"Dunia tanpa anak anak terasa sunyi.
Gereja tanpa anak anak terasa sepi," begitu sapaan dari Vikep Bajawa romo Yosep Daslan, Pr dalam ibadat pembuka.
Kegiatan ini diselenggarakan setiap tiga tahun sekali dan dihadiri oleh peserta dari seluruh paroki di kevikepan Bajawa yang berjumlah 35 paroki.
Tema kegiatan kali ini yakni "Anak Danke Jadi Bintang Misoner".
Dari paroki Langa,personil kami sebanyak 52 orang dan ini melebihi kuota yang dianjurkan oleh panitia. Hihihi...
Selama empat hari di paroki Hati Tersuci santa Maria Wudu, akan di isi dengan kegiatan Aksi, Animasi, Selebrasi dan Edukasi.
Untuk paroki Langa mendapat jadwal tampil pada hari Sabtu malam mendatang. Acara yang akan dibawakan yakni Drama Kitab Suci.
Anak Dankeeeeeee......
Assssyyyiiiiikkkkkk
😃😃😃
Aku hanya ingin Hidup Dan tak ingin Kaya Aku ingin melihat banyak Tempat Mendengar banyak suara Dan menghirup banyak Bau Kehidupan. Alangkah mengerikan terpenjara dalam satu Tempat,karena sangat menjemukan. Aku mesti pindah tempat setiap saat, Meski cuma selangkah, Tak ada yang lebih dan tidak Kurang Aku Perempuan.... Meski banyak suara berbondong
Langa Youth Day 2019 di Wilayah rohani Beja-Langa-Bajawa
Setelah Hari Anak Maria, yang berlangsung selama empat hari diwilayah Boradho Desa Bomari, kini Langa Youth Day akan digelar selama lima hari kedepan. Dengan mengusung tema “Peran Generasi Milenial Katolik, dalam melestarikan khasanah adat istiadat dan kebudayaan Langa”, sebanyak 500-an peserta orang muda, dari 7 wilayah rohani Paroki Maria Ratu Semesta Alam Langa, akan berproses selama lima hari diwilayah rohani Beja.
Langa Youth Day ( LYD) yang ke -6 ini, didanai secara swadaya oleh orang muda itu sendiri dan sumbangan dari masyarakat sekitarnya.
Kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari ini, akan diisi dengan materi materi diantaranya, Ketahanan Nasional, Kesehatan Reproduksi, Kewirausahaan, Pengenalan Budaya Langa, dan lomba seni seperti Jai Kreasi, Paduan suara, Pop Singer, Kuis Kitab Suci, Mazmur, dan Voli Putra Putri.
Ketua panitia Filemon Dopo Wago mengatakan bahwa hari ini merupakan hari pembukaaan, yang mana seluruh peserta akan diterima dengan seremonial adat Langa dan kemudian " meghe" bersama.
Emon demikian dia biasa disapa juga mengatakan bahwa Seluruh rangkaian kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan dari seluruh orang tua di kampung Beja secara khusus dan Langa umumnya. Dia berharapan semoga kegiatan ini membawa pembaharuan orang muda di Langa.
Sementara itu Kepala Desa Beja Yohanes Sawu, disela sela acara pembuka mengatakan pihaknya sangat mendukung kegiatan orang muda ini. Karena sebagai regenerasi masyarakat desa Beja, ada di pundak kaum muda ini.
" Kami masyarakat desa Beja sangat mendukung kegiatan ini karena ini merupakan pembelajaran bagi kaum muda untuk menjadi pribadi yang lebih luar biasa, katanya.
Peserta Langa Youth Day berjumlah 657 orang, dari 7 wilayah rohani yang tersebar di lima desa yakni Bela,Beja, Boradho, Langagedha,Bomari,Borani dan Wolokoro.
Langa Youth Day ( LYD) yang ke -6 ini, didanai secara swadaya oleh orang muda itu sendiri dan sumbangan dari masyarakat sekitarnya.
Kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari ini, akan diisi dengan materi materi diantaranya, Ketahanan Nasional, Kesehatan Reproduksi, Kewirausahaan, Pengenalan Budaya Langa, dan lomba seni seperti Jai Kreasi, Paduan suara, Pop Singer, Kuis Kitab Suci, Mazmur, dan Voli Putra Putri.
Ketua panitia Filemon Dopo Wago mengatakan bahwa hari ini merupakan hari pembukaaan, yang mana seluruh peserta akan diterima dengan seremonial adat Langa dan kemudian " meghe" bersama.
Emon demikian dia biasa disapa juga mengatakan bahwa Seluruh rangkaian kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan dari seluruh orang tua di kampung Beja secara khusus dan Langa umumnya. Dia berharapan semoga kegiatan ini membawa pembaharuan orang muda di Langa.
Sementara itu Kepala Desa Beja Yohanes Sawu, disela sela acara pembuka mengatakan pihaknya sangat mendukung kegiatan orang muda ini. Karena sebagai regenerasi masyarakat desa Beja, ada di pundak kaum muda ini.
" Kami masyarakat desa Beja sangat mendukung kegiatan ini karena ini merupakan pembelajaran bagi kaum muda untuk menjadi pribadi yang lebih luar biasa, katanya.
Peserta Langa Youth Day berjumlah 657 orang, dari 7 wilayah rohani yang tersebar di lima desa yakni Bela,Beja, Boradho, Langagedha,Bomari,Borani dan Wolokoro.
Romo Lukas Nong Baba,Pr rayakan pesta Emas Imamat
Umat paroki Langa merayakan pesta Emas Imamat Romo Lukas Nong Baba, Pr di Wolokoro, rabu 03 Juli 2019.
Perayaan syukur ini diawali dengan misa yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Ende Mgr. Vinsensius Potokota dan dihadiri oleh romo Vikjen, romo Vikep Bajawa, imam konselebran dan umat paroki Langa.
Dalam kotbahnya, romo Vikjen Sirilus Lena, Pr mengatakan bahwa romo Lukas Yubilaris Emas Imamat merupakan imam angkatan - angkatan awal keuskupan Agung Ende.
Karya imamat romo Lukas bergerak mulai dari kebutuhan umat, maka dalan semangat gotong royong mulai membangun gereja dan kapela-kapela di Jerebuu. Dan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, beliau menjadi petani cengkeh di Jerebuu.
Lalu dilanjutkan di paroki MBC Bajawa selama 16 tahun sesuai kebutuhan umat dengan cara menghidupi kelompok kategorial selain St. Anna, Legio Maria, Serikat Remaja, juga kelompok pemelihara Sapi dan kelompok mama Lele.
Selanjutnya, sejak tahun 1997 romo Lukas bertugas di Paroki Maria Ratu Semesta Alam Langa hingga merayakan pesta 50 tahun imamatnya saat ini.
Sebagai pastor, romo Lukas bulan seorang pekerja sosial, romo Lukas tetap imam yang menggarap bumi dan merangkul sesama umat Allah untuk mengandalkan Tuhan dan tehnologi pertanian agar masyarakat Allah sejahtera dan jadi petani sukses.
Selama bertugas di paroki Langa, romk Lukas lebih fokus perhatian ke Wolokoro karena saat itu, Wolokoro masih dalam sengketa antara regulasi pemerintah dan kebutuhan hidup umat akar rumput.
Sementara itu, Romo Lukas sang Yubilaris yang saat ini telah berusia 79 tahun mengatakan sangat bahagia bisa merayakan imamat yang ke 50 meskipun dalam kondisi yang tidak cukup sehat.
" Saya bersyukur atas penyelenggaraan Tuhan sehingga saya bisa merayakan emas imamat. Semoga hingga ajal nanti saya tetap semangat dalam berkarya, "katanya.
Usai Misa syukur acara dilanjutkan dengan resepsi syukuran bersama umat.
Perayaan syukur ini diawali dengan misa yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Ende Mgr. Vinsensius Potokota dan dihadiri oleh romo Vikjen, romo Vikep Bajawa, imam konselebran dan umat paroki Langa.
Dalam kotbahnya, romo Vikjen Sirilus Lena, Pr mengatakan bahwa romo Lukas Yubilaris Emas Imamat merupakan imam angkatan - angkatan awal keuskupan Agung Ende.
Karya imamat romo Lukas bergerak mulai dari kebutuhan umat, maka dalan semangat gotong royong mulai membangun gereja dan kapela-kapela di Jerebuu. Dan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, beliau menjadi petani cengkeh di Jerebuu.
Lalu dilanjutkan di paroki MBC Bajawa selama 16 tahun sesuai kebutuhan umat dengan cara menghidupi kelompok kategorial selain St. Anna, Legio Maria, Serikat Remaja, juga kelompok pemelihara Sapi dan kelompok mama Lele.
Selanjutnya, sejak tahun 1997 romo Lukas bertugas di Paroki Maria Ratu Semesta Alam Langa hingga merayakan pesta 50 tahun imamatnya saat ini.
Sebagai pastor, romo Lukas bulan seorang pekerja sosial, romo Lukas tetap imam yang menggarap bumi dan merangkul sesama umat Allah untuk mengandalkan Tuhan dan tehnologi pertanian agar masyarakat Allah sejahtera dan jadi petani sukses.
Selama bertugas di paroki Langa, romk Lukas lebih fokus perhatian ke Wolokoro karena saat itu, Wolokoro masih dalam sengketa antara regulasi pemerintah dan kebutuhan hidup umat akar rumput.
Sementara itu, Romo Lukas sang Yubilaris yang saat ini telah berusia 79 tahun mengatakan sangat bahagia bisa merayakan imamat yang ke 50 meskipun dalam kondisi yang tidak cukup sehat.
" Saya bersyukur atas penyelenggaraan Tuhan sehingga saya bisa merayakan emas imamat. Semoga hingga ajal nanti saya tetap semangat dalam berkarya, "katanya.
Usai Misa syukur acara dilanjutkan dengan resepsi syukuran bersama umat.
Ibuku dan Kitab Mimpi
Beberapa hari ini rupanya menjadi hari keberuntungan bagi saya, dimana saya boleh berjumpa dengan orang-orang baru yang memiliki hati yang sangat terbuka. Kemarin, saya baru saja berpisah dengan puluhan pria ramah dan baik hati yang memilih untuk tinggal di rumah Seminari St. Paulus Mataloko. Dan pagi ini, saya juga dikunjungi oleh seorang pria muda berbakat yang memberikan hidup dan talentanya untuk kemajuan masyarakat di seberang pulau Flores.
Keberuntungan saya yang lebih dalam yakni menerima hadiah yang tak terkira. Yang akan menjadi hadiah abadi bagi saya sekaligus pengubah pandangan hidup saya untuk beberapa hal yang belum mencapai jalur lurus.
Hadiah luar biasa itu adalah Buku. Saya selalu suka hal ini. Karena Buku akan bersifat Abadi dan tak akan pernah habis. Bagi saya ini paling berarti. Mungkin tidak bagi sebagian orang.
Yang pertama saya mendapat hadiah buku dari Lembaga Seminari St. Paulus Mataloko dibawah asuhan padre Aloysius Roja dan padre Rano. Buku yang belum pernah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia ini judulnya The Complete dream book karya Dr. Gillian Holloway.
Sekilas buku ini berisi tentang Kitab Mimpi. Dalam ulasan buku ini menerangkan bahwa rata-rata orang akan mendapat lebih dari 150.000 mimpi dalam seumur hidup dengan kompleks citra dan makna yang lebih dalam. Kitab mimpi yang lengkap menggunakan interpretasi mimpi sebenarnya 28.000 dari pemimpi kontemporer, seperti kita, untuk membantu kita mengakses substansi dan makna mimpi kita sendiri. Menemukan Siapa yang dalam mimpi kita, Mimpi yang kambuh selama tahap tertentu, Arti sebenarnya di balik mimpi buruk kita, Mengapa kita memiliki impian tertentu lagi dan lagi, dan Bagaimana menafsirkan mimpi.
Anehnya, orang-orang yang bermimpi tidak siap untuk ujian sebenarnya adalah orang-orang yang paling tidak mungkin pergi ke arena yang tidak siap untuk unggul. Untuk alasan itu, saya kadang-kadang menyebut ini sebagai "mimpi buruk sang pencapaian." Ini umum untuk pria dan wanita, biasanya antara usia dua puluh lima dan lima puluh lima. Orang-orang yang telah mengukir karir profil tinggi dan mereka yang memiliki standar tinggi keunggulan dalam apa yang mereka lakukan adalah mereka yang paling mungkin memiliki mimpi ini secara sporadis sepanjang masa dewasa. Tema ini sering muncul ketika seseorang bergerak maju ke tingkat kinerja yang lebih tinggi atau mengambil tanggung jawab yang meningkatkan apa yang dia harapkan dari dirinya sendiri.
Karena orang ini jarang gagal pada apa yang dia lakukan, mimpi bukanlah peringatan kesalahan yang akan terjadi. Sebaliknya, mereka menggambarkan bagaimana perasaan si pemimpi bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan proyek-proyek di sekitarnya. Tema ini mendramatisir keyakinan individu bahwa kinerja sangat penting untuk pencapaian dan persiapan diperlukan untuk bekerja dengan baik dalam situasi yang menguji pengetahuan dan penilaian kita.
Perspektif ini realistis dan bekerja dengan baik dalam kehidupan; Namun, bisa ada tepi kecemasan hadir di bawah kinerja tinggi. Terkadang orang ini terlalu berharap pada dirinya sendiri, misalnya, merasa dia harus tahu jawaban atas materi yang belum pernah dia pelajari. Meskipun situasi kehidupan nyata memiliki sedikit kemiripan dengan ruang pemeriksaan mimpi-mimpi ini, posisi tanggung jawab, promosi, dan situasi sorotan lainnya cenderung mengkatalisasi mimpi ini. Tima tii woso ema romo untuk buku ini... Luar biasa le, jao akan baca sampe abis.
Selanjutnya Hadiah buku yang luar biasa juga saya terima siang ini dari kae yang menyempatkan untuk kunjung Langa disela -sela tugasnya. Kae Yeris Meka membagikan saya sebuah buku miliknya yang saya yakin ini adalah salah satu dari sekian banyak buku yang dia paling suka. Buku ini beliau beli di Oesapa pada Desember 2015. 5 tahun buku ini tinggal bersama dia namun hari ini sudah pindah domisili di Langa dan akan tinggal bersama saya untuk selamanya 😃.
Buku yang kae Yeris bawa ini Judulnya Ibunda. Sebelumnya saya belum pernah dengar tentang buku ini. Setelah baca sekilas ternyata buku ini hasil terjemahannya Opa Pramoedya.
Novel Ibunda ditulis oleh Maxim Gorki pada tahun 1906 ketika nama dan reputasi sastra Gorki sudah dikenal di negerinya maupun di manca negara. Sebagaian besar naskah novel ini diselesaikan di Amerika Serikat, ketika Gorki sedang berkampanye mengumpulkan dana bagi perjuangan revolusioner di negerinya. Novel Ibunda dianggap oleh para kritikus sebagai novel yang revolusioner, dan pada tahun 1946 saja telah diterjemahkan dalam 28 bahasa dan difilmkan dalam beberapa versi. Novel Ibunda merupakan salah satu novel yang paling populer di Amerika Serikat.
Gambaran suram kehidupan rakyat Rusia yang miskin dan dipenuhi ketakutan di bawah kekuasaan Tsar menjadi latar belakang dari kisah dalam novel ini.
Baru pada kalimat pembuka di bab pertama kita seakan langsung dihadirkan pada ruang dan waktu tersebut: “Setiap hari, suling pabrik menjerit-jerit. Bunyinya yang menggigil itu menembus udara kotor, lembab yang berada di atas perkampungan buruh.” Orang-orang yang dibangunkan suara pluit itu merengutkan wajah, dipaksa bergegas dan berlari-lari dari rumah mereka masing-masing. Berbondong-bondong seperti ikan- ikan menuju pabrik tempat mereka bergantung hidup. Sungguh keren sekali gaya penulisannya. Sekali lagi, tima tii woso untuk kebaikan hati yang boleh saya terima..
Bagi yang mau pinjam diperbolehkan mulai minggu depan setelah saya membacanya.
Saya memulai menikmati setiap halaman buku ditemani segelas teh sambil nizu api. Karena kabut tipis mulai menyelimuti Langa dan tentunya sangat Ja.....☕☕☕ 💭💭💭☁☁☁🍜
Keberuntungan saya yang lebih dalam yakni menerima hadiah yang tak terkira. Yang akan menjadi hadiah abadi bagi saya sekaligus pengubah pandangan hidup saya untuk beberapa hal yang belum mencapai jalur lurus.
Hadiah luar biasa itu adalah Buku. Saya selalu suka hal ini. Karena Buku akan bersifat Abadi dan tak akan pernah habis. Bagi saya ini paling berarti. Mungkin tidak bagi sebagian orang.
Yang pertama saya mendapat hadiah buku dari Lembaga Seminari St. Paulus Mataloko dibawah asuhan padre Aloysius Roja dan padre Rano. Buku yang belum pernah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia ini judulnya The Complete dream book karya Dr. Gillian Holloway.
Sekilas buku ini berisi tentang Kitab Mimpi. Dalam ulasan buku ini menerangkan bahwa rata-rata orang akan mendapat lebih dari 150.000 mimpi dalam seumur hidup dengan kompleks citra dan makna yang lebih dalam. Kitab mimpi yang lengkap menggunakan interpretasi mimpi sebenarnya 28.000 dari pemimpi kontemporer, seperti kita, untuk membantu kita mengakses substansi dan makna mimpi kita sendiri. Menemukan Siapa yang dalam mimpi kita, Mimpi yang kambuh selama tahap tertentu, Arti sebenarnya di balik mimpi buruk kita, Mengapa kita memiliki impian tertentu lagi dan lagi, dan Bagaimana menafsirkan mimpi.
Anehnya, orang-orang yang bermimpi tidak siap untuk ujian sebenarnya adalah orang-orang yang paling tidak mungkin pergi ke arena yang tidak siap untuk unggul. Untuk alasan itu, saya kadang-kadang menyebut ini sebagai "mimpi buruk sang pencapaian." Ini umum untuk pria dan wanita, biasanya antara usia dua puluh lima dan lima puluh lima. Orang-orang yang telah mengukir karir profil tinggi dan mereka yang memiliki standar tinggi keunggulan dalam apa yang mereka lakukan adalah mereka yang paling mungkin memiliki mimpi ini secara sporadis sepanjang masa dewasa. Tema ini sering muncul ketika seseorang bergerak maju ke tingkat kinerja yang lebih tinggi atau mengambil tanggung jawab yang meningkatkan apa yang dia harapkan dari dirinya sendiri.
Karena orang ini jarang gagal pada apa yang dia lakukan, mimpi bukanlah peringatan kesalahan yang akan terjadi. Sebaliknya, mereka menggambarkan bagaimana perasaan si pemimpi bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan proyek-proyek di sekitarnya. Tema ini mendramatisir keyakinan individu bahwa kinerja sangat penting untuk pencapaian dan persiapan diperlukan untuk bekerja dengan baik dalam situasi yang menguji pengetahuan dan penilaian kita.
Perspektif ini realistis dan bekerja dengan baik dalam kehidupan; Namun, bisa ada tepi kecemasan hadir di bawah kinerja tinggi. Terkadang orang ini terlalu berharap pada dirinya sendiri, misalnya, merasa dia harus tahu jawaban atas materi yang belum pernah dia pelajari. Meskipun situasi kehidupan nyata memiliki sedikit kemiripan dengan ruang pemeriksaan mimpi-mimpi ini, posisi tanggung jawab, promosi, dan situasi sorotan lainnya cenderung mengkatalisasi mimpi ini. Tima tii woso ema romo untuk buku ini... Luar biasa le, jao akan baca sampe abis.
Selanjutnya Hadiah buku yang luar biasa juga saya terima siang ini dari kae yang menyempatkan untuk kunjung Langa disela -sela tugasnya. Kae Yeris Meka membagikan saya sebuah buku miliknya yang saya yakin ini adalah salah satu dari sekian banyak buku yang dia paling suka. Buku ini beliau beli di Oesapa pada Desember 2015. 5 tahun buku ini tinggal bersama dia namun hari ini sudah pindah domisili di Langa dan akan tinggal bersama saya untuk selamanya 😃.
Buku yang kae Yeris bawa ini Judulnya Ibunda. Sebelumnya saya belum pernah dengar tentang buku ini. Setelah baca sekilas ternyata buku ini hasil terjemahannya Opa Pramoedya.
Novel Ibunda ditulis oleh Maxim Gorki pada tahun 1906 ketika nama dan reputasi sastra Gorki sudah dikenal di negerinya maupun di manca negara. Sebagaian besar naskah novel ini diselesaikan di Amerika Serikat, ketika Gorki sedang berkampanye mengumpulkan dana bagi perjuangan revolusioner di negerinya. Novel Ibunda dianggap oleh para kritikus sebagai novel yang revolusioner, dan pada tahun 1946 saja telah diterjemahkan dalam 28 bahasa dan difilmkan dalam beberapa versi. Novel Ibunda merupakan salah satu novel yang paling populer di Amerika Serikat.
Gambaran suram kehidupan rakyat Rusia yang miskin dan dipenuhi ketakutan di bawah kekuasaan Tsar menjadi latar belakang dari kisah dalam novel ini.
Baru pada kalimat pembuka di bab pertama kita seakan langsung dihadirkan pada ruang dan waktu tersebut: “Setiap hari, suling pabrik menjerit-jerit. Bunyinya yang menggigil itu menembus udara kotor, lembab yang berada di atas perkampungan buruh.” Orang-orang yang dibangunkan suara pluit itu merengutkan wajah, dipaksa bergegas dan berlari-lari dari rumah mereka masing-masing. Berbondong-bondong seperti ikan- ikan menuju pabrik tempat mereka bergantung hidup. Sungguh keren sekali gaya penulisannya. Sekali lagi, tima tii woso untuk kebaikan hati yang boleh saya terima..
Bagi yang mau pinjam diperbolehkan mulai minggu depan setelah saya membacanya.
Saya memulai menikmati setiap halaman buku ditemani segelas teh sambil nizu api. Karena kabut tipis mulai menyelimuti Langa dan tentunya sangat Ja.....☕☕☕ 💭💭💭☁☁☁🍜
Tima Tii Woso Seminari St. Paulus Mataloko
Saya Mertin Lusi, adalah perempuan yang paling beruntung dari sekian banyak perempuan yang ada.
Mungkin bagi sebagian orang yang akan saya ceritakan ini merupakan hal yang biasa saja tapi sejujurnya saya hanya ingin menyimpan rasa dan kenangan yang sempat tertanam dalam hati saya selama kurang dari 50 jam bersama dengan para seminaris St. Paulus Mataloko angkatan 30.
Sejak Minggu pagi, saya bergabung dengan 26 siswa Kelas Persiapan Atas Seminari St. Paulus Mataloko untuk sharing bersama terkait Jurnalistik.
Sebenarnya bukan mereka yang belajar dari saya tapi Sayalah yang banyak belajar dari lembaga ini dan segala isinya.
Aktivitas kami sesuai jadwal harian mereka. Hanya saja setiap materi lebih fokus pada bagian menulis. Kami saling berbagi tentang pengalaman hidup juga cara untuk survive dengan hidup dimasa yang akan datang.
Disela materi, selalu diselipkan dengan cuplikan video pendek dan tidak sedikit dari kami yang hampir meneteskan air mata. Namun saya yakin, diantara para pria ini tertanam rasa gengsi yang tinggi untuk sekadar mengekspresikan perasaan haru dan sedih di hadapan yang lain. Yah, kalian pasti tau umumnya para pria jika ada yang meneteskan air mata pasti tak lama lagi akan menjadi bahan ejekan.
Bagi mereka, nangis dihadapan banyak orang apalagi dihadapan wanita itu adalah hal yang "sesuatu". Sesuatu yang bisa membuat pamor turun seketika. Hihi
Sepanjang saya hadir bersama mereka, entah mengapa, alampun sangat tidak bersahabat. Kabut tebal dan hujan sepanjang waktu bahkan listrikpun padam beberapa kali. Tapi, pagi ini ketika saya akan berpamitan, matahari terlihat malu malu untuk menunjukan dirinya. 😔😔 Bahkan motor supra tua yang selalu menjadi sahabat seperjalananku juga ikut mogok. Puji Tuhan ada lelaki ugal dari Malanuza yang telah lama insaf ini siap mendorongnya hingga di bengkel pertigaan jalan Mataloko-Bajawa. Pria baik hati dan suka komedi ini namanya Manto dan sebentar lagi akan melanjutkan study di Maumere.
Saya selalu ingat setiap tapak jalan yang dilalui baik dari kamar menuju ruang kelas, ruang makan juga menuju kapel. Juga setiap karakter orang yang saya jumpai.
Setiap tingkah mereka selalu terekam dengan jelas dan baik. Ada Zaldy si anak Mataloko yang bersedia menjadi admin blog seminari, si Emilianus dengan alamat mukabukunya lirik jauh, Maxi yang mengaku Mex kaka awor, ada pria Waerana Oktavianus A. D. yang sebentar lagi akan melanjutkan di biara Stikmata, ada Ino dari Sano Nggoa yang siap mengetik semua tulisan kawan kawannya dna sebentar lagi akan melanjutkan menjadi imam Projo, ada Yoland pria kelahiran paroki Kurubhoko, Eus dari Maunori yang siap lanjut di CSsR, Mikhael Riba dari pulau tentangga Palue akan melanjutkan di Carmel, Gerry dari Soe yang hurufnya paling gaga dan rapi dari semua sebentar lagi mo jadi imam Projo, Orland yang saya kenal paling pertama saat memimpin goyangan ayam, asal dari Palue yang memilih CSsR, Fandris Seka asal Menge yang memilih Carmel, Konstant dari Maukeli yang selalu jadi andalan untuk menyalakan Proyektor, sebentar lagi akan melanjutkan di Stikmata, Ancys dari Riung yang dalam tulisan feature hiperbolanya yang mengulas antara diriku dan gubug bambu 😂😂, Eman dari Borong yang menjatuhkan pilihannya di CSsR, Vanlith kelahiran Nebe Mof dengan alamat mukabukunya Om Ef Er, Falentius dari Rendu dengan nama mukabukunya Ini Dia Manest, Lius, Ferdin Wendy dan Inuz dari SMA Thomas, umbu Jefri dari Sumba Barat yang memilih Carmel, Elvan dari Boawae yang memilih Carmel, Herarkius dari Nanga Panda dengan sapaan andalan Retakh Slow, juga Didi dari Kodi Sumba Barat yang selalu riang gembira dan meskipun selalubjadi bahan bully dari sahabatnya tapi beliau sangat ramah dan selalu tersenyum.
Rasanya pendek waktu ini untuk bersama mereka tapi saya sungguh percaya bahwa semua yang saya lewati dan akan terjadi ini atas penyelenggaraan Ilahi.
Saya hanya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari salah dan dosa hanya mampu berkata Ya dan siap sedia untuk menjalani perintahNya.
Terimakasih Romo Aloysius dan Romo Rano juga Frater Aris yang dengan segala keramahan memberikan waktu terbaik bagi saya untuk belajar banyak dari lembaga Seminari St. Paulus.
Terimakasih untuk hadiah yang luar biasa bagi saya yakni boleh mengikuti perayaan ekaristi dan doa bersama juga mendengar nyanyian kudus yang menentramkan jiwa.
Lembaga St. Paulus Mataloko menjadikan saya segar kembali, mengisi kembali energi rohani, memberikan warna baru, dan tentunya menjadikan saya satu satunya Perempuan yang terpuji berada diantara kaum adam.
Semoga semua kalian para seminaris angakatan 30 selalu dalam naungan roh Kebajikan untuk tetap setia dengan panggilan iman sesuai dengan pilihannya masing - masing.
Tuhan memberkati langkah kalian.
Salam hormat
Mertin Lusi
Kelas Inspirasi Bajawa Kunjungi MAS Muhammadiyah Riung
Menginspirasi itu tidak mesti menunggu kita jadi Hebat dalam perspektif sebagai orang, namun seberapa mampunya kita memiliki hati yang tulus untuk berbagi dari apa yang kita miliki.
Seperti yang terjadi di SMA Muhammadiyah Riung pada 9 maret 2019 lalu. ini untuk pertama kalinya komunitas Kelas Inpirasi Bajawa menyelenggarakan kegiatan " Sehari Menginspirasi Selamanya Memberi Arti" untuk siswa tingkat SMA. Memang awalnya, Kelas Inspirasi Bajawa dibentuk sesuai panduan yang ada berlaku secara nasional adalah menyediakan wadah untuk menginspirasi anak- anak tingkat Sekolah dasar.
Namun dalam perjalanan, Komunitas ini kemudian berkreasi untuk memberikan inspirasi kepada semua tingkatan siswa sesuai kebutuhan. Sehingga tidak hanya SD Jeru, SD Bena, SD Gurusina dan SD Tude saja yang dikunjungi pada 10 Agustus 2018 lalu, namun ada juga SMPK Regina Pacis Bajawa pada Desember 2018 dan pada 9 Maret kemarin di SMA Muhammadiyah Riung.
Untuk yang tingkat lokal, komunitas Kelas Inspirasi Bajawa ini menyediakan ruang bagi mereka yang memiliki profesi selain guru untuk bisa berbagi dengan siswa - siswi di sekolah. Dan para relawan Pengajar ini terlibat secara sukarela dan tanpa paksaaan.
Dan mereka percaya, bahwa ruang ini sungguh sangat bermanfaat.
untuk kali ini yang terlibat sebagai Relawan faslilitator, Pengajar dan Dokumentator diantaranya :
Anjelina Lalu ( Merlin ) - PNS sekaligus Penyiar Radio RSPD Ngada
Rinny Maghi - Aktivis
Alle Walterius - Perawat Bedah
Muim Wego - Pengusaha Muda
Yancen Tena - Perasa Kopi
Yoskar Panggo - CIS Timor
Kiki Abas - Aktivis
Ayu Nau - Aktivis
Cindy - Bidan
Jejey Daga - Pebisinis
Nafa Abubakar - Aktivis
Erik Siba - Dosen
Takim - Wakasek MAS MUhammadiyah Riung
Awi Seno - Penyanyi
Mertin Lusi - Koordinator Kelas Inspirasi Bajawa
Tima tii wowo kae semuanya...
tima tii woso juga untuk Tuan Rumah...
untuk tahun 2019 ini, kita sedang menyiapkan untuk KI Bajawa II yang lokasi sekolahnya sedang dalam tahap survey. Namun tetap membuka ruang bagi sekolah tingkat SMP Maupun SMA untuk terus bersinergi.
semoga Kelas Inspirasi Bajawa semakin Jaya dan mantap kedepannya.
Komodo
Deburan ombak menggulung pelan ke arah Komodo yang sedang menikmati menu yang sangat lezat di atas meja bersama kawan-kawannya. Malam ini mereka berpesta di pinggir pantai. Tempat itu indah menurut mereka, karena di sana hawa laut menyejukkan. Komodo dengan serius melahap makannannya. Dia sangat lapar. Dengan rakusnya dia menikmati hidangan tersebut. Para hewan lainnya memakan sambil menikmati konser musik dari jangkrik yang melantunkan melodi-melodi indah. Ayam melepas makanannya dan mulai menari diikuti oleh Srigala yang meliuk-liukkan badannya.
“ Hai Komodo, ayo kita menari” Ajak Ayam mulai mendekati Komodo.
“ Ah...saya masih makan, engkau mengganggu saja” Kata Komodo kesal. Ayam menjadi malu saat dibentak seperti itu.
“ mengapa akhir-akhir ini engkau tidak ingin bergabung dengan kami? Engkau makin menyendiri, makin menjauh?” Tanya Srigala penuh keingintahuan.
“ Aku tidak ingin berteman dengan kalian, aku malu punya teman seperti kalian” Kata Komodo mulai meninggalkan meja makannya.
“ Apa kesalahan kami komodo, selama ini kita bersahabat baik, tetapi mengapa engkau berkata seperti itu?” Protes Ayam.
“Perlu kalian tahu, aku sangat malu punya sahabat seperti kalian. Tidak berguna.” Komodo melangkah dengan angkuh mulai meninggalkan dua sahabatnya.
“ Apakah karena sekarang kamu sudah terkenal oleh dunia sehingga kamU melupakan kami komodo?”Tanya srigala. Dengan santai Komodo membalikkan badannya.
“ Hahahahha...itu engkau tahu. Mengapa masih bertanya?” Kata Komodo dengan suara yang meledak-ledak. Entah apa yang membuatnya begitu marah.
“ Sombong sekali kau komodo, mentang-mentang sekarang engkau menjadi terkenal di pelosok dunia, engkau mengabaikan kami sahabat-sahabatmu.”Kata Srigala dengan kecewa.
“ Sudahlah, saya mau istirahat. Besok pasti ada yang akan mengunjungiku. Aku harus tampil menawan besok.” Komodo meninggalkan sahabatnya yang masih terpaku menatap kepergiannya. Mereka pun kembali ke tempat mereka dengan langkah yang tak menentu. Mereka sangat kecewa dengan sikap komodo belakangan ini. Ini mulai angkuh saat dia mulai dikunjungi banyak orang dari pelosok dunia.
Malam semakin larut, pesta yang diadakan di pinggir laut mulai sepi. Semua yang menikmati pesta mulai pulang ke rumah beristirahat. Tidak terkecuali Srigala dan Ayam. Mereka kembali ke rumah mereka untuk beristirahat. Saat akan beristirahat, ayam mulai memikirkan perilaku sahabatnya komodo yang mulai angkuh. Ketika matanya terpejam...tiba-tiba dia mendengar gemerisik dedaunan di samping rumahnya. Dia takut, jangan-jangan ada yang berniat jahat padanya malam ini. Dia bangun perlahan dan mencari potongan kayu di samping tempat istihatnya.
Suara gemerisik itu semakin jelas terdengar, menimbulkan keributan yang membuatnya makin takut. Dia melongok keluar dan melihat ada bayangan hitam dari kejauhan yang mendekati rumahnya. “ Siapa di sana? Jalannya seperti terseok-seok” Kata Ayam pelan. Bayangan itu makin lama makin dekat. Dia mulai resah dan mulai merinding. Apakah di sana hantu? Bayangan itu mendekat, yang dilihat adalah kepalanya, kepala yang begitu dikenalnya. Itu kan Komodo. Dia seperti kesakitan saat berjalan. Ada apa? Dia mulai mendekati sahabatnya yang kesakitan.
“ Ada apa Komodo, apakah engkau sakit?” Tanya Ayam yang mulai mengabaikan sikap pongah dari komodo di pesta tadi.
“ Aku terperosok tadi, dan kakiku mengenai batang kayu tajam di ujung jalan di sana.” Kata Komodo dengan perasaan tidak enak.
“ Ayo, mari aku bantu mengobati lukamu. Aku akan membangunkan srigala agar dia dapat mencari ramuan obat untukmu.” Kata Ayam mulai berdiri ingin memanggil srigala.
“ Tidak usah ayam. Aku sudah kasar pada kalian berdua. Mengapa engkau mau menolongku?”
Kata komodo sambil merintih kesakitan akibat darah yang terus merembes di kakinya.
“ Jangan berkata seperti itu. Dari dulu kita adalah sahabat. Sampai kapanpun kita tetap sahabat.” Ayam berkata sambil meninggalkan komodo dan membangunkan srigala yang tempatnya tidak jauh dari situ.
“ Hai srigala, ayo bangun...bangun” Kata Ayam sambil menggoncangkan tubuh Srigala.
“ Hemmmmm...hemmmm...ada apa Ayam?” Tanya srigala yang masih ngantuk.
“ komodo sedang terluka. Ayo kita bantu dia. Kamu kan ahli meracik obat. Ayolah...”
“ Ahhhh...mengapa kita harus membantunya, dia sudah bersikap kasar pada kita.” Protes Srigala.
“ Jangan seperti itu srigala. Dulu dia sahabat baik kita,mungkin karena ketenarannya dia gelap mata. Kamu tidak boleh dendam.”
“ Aku tidak akan membantunya, dia sudah membuat kita malu di hadapan teman lainnya di pesta tadi” Srigala bermaksud melanjutkan tidurnya.
“ Tidakkah engkau ingat dahulu teman, komodo pernah membantu engkau saat engkau dikejar oleh pemburu yang ingin memusnahkanmu? Dia berjuang sampai dia terluka.”
Srigala terdiam mendengar apa yang disampaikan ayam. Mungkin benar juga. Ahhhhh.....ayam mampu membuatnya luluh. Dia pun bangkit dan mulai mendekati komodo yang masih kesakitan.
“ Komodo, mari kuobati lukamu.” Tawar srigala.
“ Srigala, maafkan sikapku yang kasar tadi. Aku janji tidak akan mengulanginya.” Kata komodo merangkul srigala.
“ ya...aku memaafkan engkau. Mulai sekarang kita tidak boleh saling mencela lagi.”
“ ya, aku janji” kata komodo.
Akhirnya ketiga sahabat itupun berpelukan dan srigala mulai mengobati kaki komodo yang tertusuk potongan kayu.
Kupersembahkan tulisan ini untuk dua pengeran tampanku dan anak-anak kecil siapa saja.
“Jika cerita anak mulai mati tergerus zaman, maka aku akan kembali menghidupkannya”
Penulis : Agustina Bate
Guru SMPK. St. Agustinus Langa
Tinggal di Langa
Subscribe to:
Posts (Atom)
Jurnal _ Peluang Usaha Kain Tenun dalam perspektif Kewirausahaan
PELUANG USAHA KAIN TENUN IKAT TRADISIONAL ENDE LIO DALAM PERSPEKTIF KEWIRAUSAHAAN Studi Observasi pada Masyarakat Kota Kupang...
-
Awal September 2025 lalu membawa luka bagi banyak saudara kita di wilayah Mauponggo, terutama di kampung Sawu. Banjir bandang yang menerjang...
-
Perjalanan ke Nagekeo awalnya hanyalah perjalanan tugas. Namun kabar tentang hadirnya dokter spesialis di sana membuat saya berpikir,mum...
-
Di dunia yang terus bergerak cepat, tempat kembali bukan selalu soal rumah dengan atap dan dinding. Kadang, tempat kembali itu adalah sekelo...










