Anak Danke Ngopi bersama romo Wawan dan romo Jhon

Hari ini, hari kedua jumpa anaka Danke.  Di pagi ini usai misa pagi di masing masing KUB,anak Danke yang dibagi dalam kelompok santa santo akan ngopi dan disko.

Nah,  untuk kelompok Charles de Forbin Janson, semuanya berkumpul di aula paroki Hati Tersuci Santa Maria Wudu bersama romo Wawan dan romo Jhon.
Mereka ngobrol dan diskusi seputar Liturgi dan Perlengkapannya.
Wuih.... Keren....
Anak Danke Oba Bhai...

Rayakan Ultah ke 50 bersama Sekami Langa

Untuk orang muda kelahiran tahun 80an hingga saat ini,tentu tidak asing dengan sosok wanita yang satu ini.
Namanya kakak Rensi. Lengkapnya Kresensiana Meo.

Sudah 20an tahun bergelut dalam dunia anak anak khususnya Sekami setelah memilih mundur menjadi biarawati.
Termasuk saya Mertin, sewaktu masih jadi Sekami, kakak Rensi yang mendampingi kami.
Mulai dari Sharing Kitab Suci,  Doa,  Naik Gunung,  dan banyak lagi.
Di mata kakak pendamping lainnya seperti kakak Yuli, kakak Neldis, kakak Milan juga romo Jois semua bicara " Tepuk Salut " buat kakak Rensi.

Kakak Rensi punya hati yanh sangat besar.  Dan hingga saat ini masih tetap menjadi yang terbaik.
Pokoknya,  asyiikkkk.

Nah,  hari ini 05 Juli 2019, Kakak Rensy genap berusia 50 tahun. Kami sudah merayakan secara sederhana yang diawali dengan Misa pagi sekaligus syukuran.
Doa kami semua semoga kakak Rensy selalu sehat dan bahagia,  tetap sabar dan jadi pemaaf.









Sekami Langa ikut Jumpa Anak Danke di Wudu

"Dunia tanpa anak anak terasa sunyi.
Gereja tanpa anak anak terasa sepi," begitu sapaan dari  Vikep Bajawa romo Yosep Daslan, Pr dalam ibadat pembuka.



Kegiatan ini diselenggarakan setiap tiga tahun sekali dan dihadiri oleh peserta dari seluruh paroki di kevikepan Bajawa yang berjumlah 35 paroki.

Tema kegiatan kali ini yakni "Anak Danke Jadi Bintang Misoner".

Dari paroki Langa,personil kami sebanyak 52 orang dan ini melebihi kuota yang dianjurkan oleh panitia. Hihihi...

Selama empat hari di paroki Hati Tersuci santa Maria Wudu, akan di isi dengan kegiatan Aksi,  Animasi,  Selebrasi dan Edukasi.
Untuk paroki Langa mendapat jadwal tampil pada hari Sabtu malam mendatang. Acara yang akan dibawakan yakni Drama Kitab Suci.

Anak Dankeeeeeee......

Assssyyyiiiiikkkkkk
😃😃😃

Langa Youth Day 2019 di Wilayah rohani Beja-Langa-Bajawa

Setelah Hari Anak Maria, yang berlangsung selama empat hari diwilayah Boradho Desa Bomari,  kini  Langa Youth Day akan digelar selama lima hari kedepan.  Dengan mengusung tema “Peran Generasi Milenial Katolik, dalam melestarikan khasanah adat istiadat dan kebudayaan Langa”, sebanyak 500-an peserta orang muda, dari 7 wilayah rohani Paroki Maria Ratu Semesta Alam Langa, akan berproses selama lima hari diwilayah rohani Beja.
Langa Youth Day ( LYD) yang ke -6 ini,  didanai secara swadaya oleh orang muda itu sendiri dan sumbangan dari masyarakat sekitarnya.
Kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari ini, akan diisi dengan materi materi diantaranya,  Ketahanan Nasional,  Kesehatan Reproduksi, Kewirausahaan,  Pengenalan Budaya Langa, dan lomba seni seperti Jai Kreasi, Paduan suara,  Pop Singer, Kuis Kitab Suci, Mazmur, dan Voli Putra Putri. 
Ketua panitia Filemon Dopo Wago mengatakan bahwa hari ini merupakan hari pembukaaan, yang mana seluruh peserta akan diterima dengan seremonial adat Langa dan kemudian " meghe" bersama.
Emon demikian dia biasa disapa juga mengatakan bahwa Seluruh rangkaian kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan dari seluruh orang tua di kampung Beja secara khusus dan Langa umumnya. Dia berharapan semoga kegiatan ini membawa pembaharuan orang muda di Langa.
Sementara itu Kepala Desa Beja Yohanes Sawu, disela sela acara pembuka mengatakan pihaknya sangat mendukung kegiatan orang muda ini. Karena sebagai regenerasi masyarakat desa Beja, ada di pundak kaum muda ini.
" Kami masyarakat desa Beja sangat mendukung kegiatan ini karena ini merupakan pembelajaran bagi kaum muda untuk menjadi pribadi yang lebih luar biasa, katanya.
Peserta Langa Youth Day berjumlah 657 orang, dari 7 wilayah rohani yang tersebar di lima desa yakni Bela,Beja, Boradho, Langagedha,Bomari,Borani dan Wolokoro.

Romo Lukas Nong Baba,Pr rayakan pesta Emas Imamat

Umat paroki Langa merayakan pesta Emas Imamat Romo Lukas Nong Baba, Pr  di Wolokoro,  rabu 03 Juli 2019.
Perayaan syukur ini diawali dengan misa yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Ende Mgr. Vinsensius Potokota dan dihadiri oleh romo Vikjen, romo Vikep Bajawa, imam konselebran dan umat paroki Langa.
Dalam kotbahnya,  romo Vikjen Sirilus Lena, Pr mengatakan bahwa romo Lukas Yubilaris Emas Imamat merupakan imam angkatan - angkatan awal keuskupan Agung Ende.
 Karya imamat romo Lukas bergerak mulai dari kebutuhan umat,  maka dalan semangat gotong royong mulai membangun gereja dan kapela-kapela di Jerebuu.  Dan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi,  beliau menjadi petani cengkeh di Jerebuu.
Lalu dilanjutkan di paroki MBC Bajawa selama 16 tahun sesuai kebutuhan umat dengan cara menghidupi kelompok kategorial selain St. Anna, Legio Maria, Serikat Remaja,  juga kelompok pemelihara Sapi dan kelompok mama Lele.
Selanjutnya, sejak tahun 1997 romo Lukas bertugas di Paroki Maria Ratu Semesta Alam Langa hingga merayakan pesta 50 tahun imamatnya saat ini.
Sebagai pastor,  romo Lukas bulan seorang pekerja sosial, romo Lukas tetap imam yang menggarap bumi dan merangkul sesama umat Allah untuk mengandalkan Tuhan dan tehnologi pertanian agar masyarakat Allah sejahtera dan jadi petani sukses.
Selama bertugas di paroki Langa,  romk Lukas lebih fokus perhatian ke Wolokoro karena saat itu,  Wolokoro masih dalam sengketa antara regulasi pemerintah dan kebutuhan hidup umat akar rumput.
Sementara itu,  Romo Lukas sang Yubilaris yang saat ini telah berusia 79 tahun mengatakan sangat bahagia bisa merayakan imamat yang ke 50 meskipun dalam kondisi yang tidak cukup sehat.
" Saya bersyukur atas penyelenggaraan Tuhan sehingga saya bisa merayakan emas imamat.  Semoga hingga ajal nanti saya tetap semangat dalam berkarya, "katanya.
Usai Misa syukur acara dilanjutkan dengan resepsi syukuran bersama umat.

Ibuku dan Kitab Mimpi

Beberapa hari ini rupanya menjadi hari keberuntungan bagi saya,  dimana saya boleh berjumpa dengan orang-orang baru yang memiliki hati yang sangat terbuka.  Kemarin,  saya baru saja berpisah dengan puluhan pria ramah dan baik hati yang memilih untuk tinggal di rumah Seminari St. Paulus Mataloko.  Dan pagi ini,  saya juga dikunjungi oleh seorang pria muda berbakat yang memberikan hidup dan talentanya untuk kemajuan masyarakat di seberang pulau Flores. 
Keberuntungan saya yang lebih dalam yakni menerima hadiah yang tak terkira.  Yang akan menjadi hadiah abadi bagi saya sekaligus pengubah pandangan hidup saya untuk beberapa hal yang belum mencapai jalur lurus.
Hadiah luar biasa itu adalah Buku.  Saya selalu suka hal ini.  Karena Buku akan bersifat Abadi dan tak akan pernah habis. Bagi saya ini paling berarti.  Mungkin tidak bagi sebagian orang.
Yang pertama saya mendapat hadiah buku dari Lembaga Seminari St. Paulus Mataloko dibawah asuhan padre Aloysius Roja dan padre Rano.  Buku yang belum pernah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia ini judulnya The Complete dream book karya Dr.  Gillian Holloway. 
Sekilas buku ini berisi tentang Kitab Mimpi. Dalam ulasan buku ini menerangkan bahwa rata-rata orang akan mendapat lebih dari 150.000 mimpi dalam seumur hidup dengan kompleks citra dan makna yang lebih dalam. Kitab mimpi yang lengkap menggunakan interpretasi mimpi sebenarnya 28.000 dari pemimpi kontemporer, seperti kita, untuk membantu kita mengakses substansi dan makna mimpi kita sendiri. Menemukan Siapa yang dalam mimpi kita, Mimpi yang kambuh selama tahap tertentu, Arti sebenarnya di balik mimpi buruk kita,  Mengapa kita memiliki impian tertentu lagi dan lagi, dan Bagaimana menafsirkan mimpi.
Anehnya, orang-orang yang bermimpi tidak siap untuk ujian sebenarnya adalah orang-orang yang paling tidak mungkin pergi ke arena yang tidak siap untuk unggul. Untuk alasan itu, saya kadang-kadang menyebut ini sebagai "mimpi buruk sang pencapaian." Ini umum untuk pria dan wanita, biasanya antara usia dua puluh lima dan lima puluh lima. Orang-orang yang telah mengukir karir profil tinggi dan mereka yang memiliki standar tinggi keunggulan dalam apa yang mereka lakukan adalah mereka yang paling mungkin memiliki mimpi ini secara sporadis sepanjang masa dewasa. Tema ini sering muncul ketika seseorang bergerak maju ke tingkat kinerja yang lebih tinggi atau mengambil tanggung jawab yang meningkatkan apa yang dia harapkan dari dirinya sendiri.
Karena orang ini jarang gagal pada apa yang dia lakukan, mimpi bukanlah peringatan kesalahan yang akan terjadi. Sebaliknya, mereka menggambarkan bagaimana perasaan si pemimpi bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan proyek-proyek di sekitarnya. Tema ini mendramatisir keyakinan individu bahwa kinerja sangat penting untuk pencapaian dan persiapan diperlukan untuk bekerja dengan baik dalam situasi yang menguji pengetahuan dan penilaian kita.
Perspektif ini realistis dan bekerja dengan baik dalam kehidupan; Namun, bisa ada tepi kecemasan hadir di bawah kinerja tinggi. Terkadang orang ini terlalu berharap pada dirinya sendiri, misalnya, merasa dia harus tahu jawaban atas materi yang belum pernah dia pelajari. Meskipun situasi kehidupan nyata memiliki sedikit kemiripan dengan ruang pemeriksaan mimpi-mimpi ini, posisi tanggung jawab, promosi, dan situasi sorotan lainnya cenderung mengkatalisasi mimpi ini. Tima tii woso ema romo untuk buku ini... Luar biasa le,  jao akan baca sampe abis.
Selanjutnya Hadiah buku yang luar biasa juga saya terima siang ini dari kae yang menyempatkan untuk kunjung Langa disela -sela tugasnya.  Kae Yeris Meka membagikan saya sebuah buku miliknya yang saya yakin ini adalah salah satu dari sekian banyak buku yang dia paling suka.  Buku ini beliau beli di Oesapa pada Desember 2015. 5 tahun buku ini tinggal bersama dia namun hari ini sudah pindah domisili di Langa dan akan tinggal bersama saya untuk selamanya 😃.
Buku yang kae Yeris bawa ini Judulnya Ibunda.  Sebelumnya saya belum pernah dengar tentang buku ini. Setelah baca sekilas ternyata buku ini hasil terjemahannya Opa Pramoedya.
Novel Ibunda ditulis oleh Maxim Gorki pada tahun 1906 ketika nama dan reputasi sastra Gorki sudah dikenal di negerinya maupun di manca negara. Sebagaian besar naskah novel ini diselesaikan di Amerika Serikat, ketika Gorki sedang berkampanye mengumpulkan dana bagi perjuangan revolusioner di negerinya. Novel Ibunda dianggap oleh para kritikus sebagai novel yang revolusioner, dan pada tahun 1946 saja telah diterjemahkan dalam 28 bahasa dan difilmkan dalam beberapa versi. Novel Ibunda merupakan salah satu novel yang paling populer di Amerika Serikat.
Gambaran suram kehidupan rakyat Rusia yang miskin dan dipenuhi ketakutan di bawah kekuasaan Tsar menjadi latar belakang dari kisah dalam novel ini.
Baru pada kalimat pembuka di bab pertama  kita seakan langsung dihadirkan pada ruang dan waktu tersebut:  “Setiap hari, suling pabrik menjerit-jerit. Bunyinya yang menggigil itu menembus udara kotor, lembab yang berada di atas perkampungan buruh.” Orang-orang yang dibangunkan suara pluit itu merengutkan wajah, dipaksa bergegas dan berlari-lari dari rumah mereka masing-masing. Berbondong-bondong seperti ikan- ikan menuju pabrik tempat mereka bergantung hidup. Sungguh keren sekali gaya penulisannya. Sekali lagi,  tima tii woso untuk kebaikan hati yang boleh saya terima..

Bagi yang mau pinjam diperbolehkan mulai minggu depan setelah saya membacanya.
Saya memulai menikmati setiap halaman buku ditemani segelas teh sambil nizu api. Karena kabut tipis mulai menyelimuti Langa dan tentunya sangat Ja.....☕☕☕ 💭💭💭☁☁☁🍜

Tima Tii Woso Seminari St. Paulus Mataloko




Saya Mertin Lusi,  adalah perempuan yang paling beruntung dari sekian banyak perempuan yang ada.
Mungkin bagi sebagian orang yang akan saya ceritakan ini merupakan hal yang biasa saja tapi sejujurnya saya hanya ingin menyimpan rasa dan kenangan yang sempat tertanam dalam hati saya selama kurang dari 50 jam bersama dengan para seminaris St. Paulus Mataloko angkatan 30.
Sejak Minggu pagi,  saya bergabung dengan 26 siswa Kelas Persiapan Atas Seminari St. Paulus Mataloko untuk sharing bersama terkait Jurnalistik.
Sebenarnya bukan mereka yang belajar dari saya tapi Sayalah yang banyak belajar dari lembaga ini dan segala isinya.
Aktivitas kami sesuai jadwal harian mereka.  Hanya saja setiap materi lebih fokus pada bagian menulis. Kami saling berbagi tentang pengalaman hidup juga cara untuk survive dengan hidup dimasa yang akan datang.
Disela materi,  selalu diselipkan dengan cuplikan video pendek dan tidak sedikit dari kami yang hampir meneteskan air mata.  Namun saya yakin,  diantara para pria ini tertanam rasa gengsi yang tinggi untuk sekadar mengekspresikan perasaan haru dan sedih di hadapan yang lain.  Yah,  kalian pasti tau umumnya para pria jika ada yang meneteskan air mata pasti tak lama lagi akan menjadi bahan ejekan.

Bagi mereka,  nangis dihadapan banyak orang apalagi dihadapan wanita itu adalah hal yang "sesuatu". Sesuatu yang bisa membuat pamor turun seketika.  Hihi
Sepanjang saya hadir bersama mereka, entah mengapa, alampun sangat tidak bersahabat.  Kabut tebal dan hujan sepanjang waktu bahkan listrikpun padam beberapa kali. Tapi,  pagi ini ketika saya akan berpamitan,  matahari terlihat malu malu untuk menunjukan dirinya.  😔😔 Bahkan motor supra tua yang selalu menjadi sahabat seperjalananku juga ikut mogok.  Puji Tuhan ada lelaki ugal dari Malanuza yang telah lama insaf ini siap mendorongnya hingga di bengkel pertigaan jalan Mataloko-Bajawa.  Pria baik hati dan suka komedi ini namanya Manto dan sebentar lagi akan melanjutkan study di Maumere.
Saya selalu ingat setiap tapak jalan yang dilalui baik dari kamar menuju ruang kelas,  ruang makan juga menuju kapel. Juga setiap karakter orang yang saya jumpai.
Setiap tingkah mereka selalu terekam dengan jelas dan baik. Ada Zaldy si anak Mataloko yang bersedia menjadi admin blog seminari,  si Emilianus dengan alamat mukabukunya lirik jauh,  Maxi yang mengaku Mex kaka awor,  ada pria Waerana Oktavianus A. D. yang sebentar lagi akan melanjutkan di biara Stikmata,  ada Ino dari Sano Nggoa yang siap mengetik semua tulisan kawan kawannya dna sebentar lagi akan melanjutkan menjadi imam Projo,  ada Yoland pria kelahiran paroki Kurubhoko,  Eus dari Maunori yang siap lanjut di CSsR,  Mikhael Riba dari pulau tentangga Palue akan melanjutkan di Carmel,  Gerry dari Soe yang hurufnya paling gaga dan rapi dari semua sebentar lagi mo jadi imam Projo,  Orland yang saya kenal paling pertama saat memimpin goyangan ayam, asal dari Palue yang memilih CSsR,  Fandris Seka asal Menge yang memilih Carmel,  Konstant dari Maukeli yang selalu jadi andalan untuk menyalakan Proyektor, sebentar lagi akan melanjutkan di Stikmata,  Ancys dari Riung yang dalam tulisan feature hiperbolanya yang mengulas antara diriku dan gubug bambu 😂😂, Eman dari Borong yang menjatuhkan pilihannya di CSsR,  Vanlith kelahiran Nebe Mof dengan alamat mukabukunya Om Ef Er, Falentius dari Rendu dengan nama mukabukunya Ini Dia Manest, Lius, Ferdin Wendy dan Inuz dari SMA Thomas, umbu Jefri dari Sumba Barat yang memilih Carmel, Elvan dari Boawae yang memilih Carmel, Herarkius dari Nanga Panda dengan sapaan andalan Retakh Slow,  juga Didi dari Kodi Sumba Barat yang selalu riang gembira dan meskipun selalubjadi bahan bully dari sahabatnya tapi beliau sangat ramah dan selalu tersenyum.

Rasanya pendek waktu ini untuk bersama mereka tapi saya sungguh percaya bahwa semua yang saya lewati dan akan terjadi ini atas penyelenggaraan Ilahi.
Saya hanya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari salah dan dosa hanya mampu berkata Ya dan siap sedia untuk menjalani perintahNya.
Terimakasih Romo Aloysius dan Romo Rano juga Frater Aris yang dengan segala keramahan memberikan waktu terbaik bagi saya untuk belajar banyak dari lembaga Seminari St. Paulus.
Terimakasih untuk hadiah yang luar biasa bagi saya yakni boleh mengikuti perayaan ekaristi dan doa bersama juga mendengar nyanyian kudus yang menentramkan jiwa.
Lembaga St. Paulus Mataloko menjadikan saya segar kembali,  mengisi kembali energi rohani, memberikan warna baru, dan tentunya menjadikan saya satu satunya Perempuan yang terpuji berada diantara kaum adam.
Semoga semua kalian para seminaris angakatan 30 selalu dalam naungan roh Kebajikan untuk tetap setia dengan panggilan iman sesuai dengan pilihannya masing - masing.
Tuhan memberkati langkah kalian.
Salam hormat
Mertin Lusi





Jurnal _ Peluang Usaha Kain Tenun dalam perspektif Kewirausahaan

            PELUANG USAHA KAIN TENUN  IKAT TRADISIONAL  ENDE LIO  DALAM PERSPEKTIF KEWIRAUSAHAAN Studi Observasi pada Masyarakat Kota Kupang...